I am a Ninja!

Storyboard awal di sketchbook, masih super kasar, cuma untuk mencoba translate ide menjadi panel2, supaya bisa merasakan flow ceritanya 😀Ninja-Storyboard
Kemudian dipindah ke PC menjadi digital, dibuat sedikit lebih rapi, lebih diperjelas adegannya. Sketsanya tidak dianggap fix, biasanya berubah dan disesuaikan kembali saat membuat final artworknya.
Ninja-StoryboardDigital

Dummy dari potongan kertas kecil, gunanya untuk mencocokan jumlah halamannya, harus kelipatan 4 agar jumlah kertasnya pas saat dicetak. Dummy ini bisa juga dipakai untuk melihat halaman mana ketemu dengan halaman mana.Ninja-dummy


Disini proses mencari art-style, daripada memakai style yang biasa saya pakai, saya ingin mencari style baru yang cocok dengan tema ceritanya.  Sebenarnya di awal sudah ada sedikit bayangan ingin style yang agak minimalis dengan warna monotone, cuma mencari teknik yang sesuai dan juga desain karakter yang cocok ternyata gak gampang juga. Saya juga mencoba yang berwarna untuk perbandingan. Ninja-Character

Background awalnya bermain perspektif, tetapi setelah dilihat dan dibandingkan sama keseluruhan buku dan juga mood cerita, rasanya lebih cocok menggunakan perspektif yang flat. Ninja-Background

Untuk layout cover dari awal sudah jelas ingin seperti apa, jadi tidak banyak variasi layout. Kemudian tinggal mencoba alternatif tipografi dan warna.
Awalnya saya memberi lingkaran merah besar, karena ciri khas jepang, negara asal ninja. Tetapi akhirnya saya ganti karena warnanya terasa terlalu kuat dan ‘jepang’-nya menjadi terasa kental sekali, kurang menggambarkan isi bukunya.Ninja-CoverFinal cover: kanan bawah


Final artwork:

Ninja-FA

Konsep (mild spoiler, lebih baik baca dulu bukunya hehe):
Konsep awal buku ini saya buat pada tahun 2014. Ide awalnya saya berpikir tentang kondisi dimana bila kita tidak bisa memberi suatu kontribusi terhadap sesuatu, mungkin lebih baik seenggaknya kita tidak membuat masalah. Dari sana idenya dibrainstorm dan sampai kepada keyword ‘ninja’, seorang ninja itu bisa bergerak tanpa deteksi, sehingga tidak ada orang lain yang dapat menyadari kehadirannya.
Konsep tersebut saya coba aplikasikan ke konsep yang lebih sederhana, yaitu pada anak kecil dan berimajinasi sebagai seorang ninja.
Pada saat itu saya belum mendapat ending yang pas untuk bukunya. Dan di 2017 ini saya senang mendapat ending yang bukan saja dapat menutup ceritanya, tetapi juga menambah layer bagi keseluruhan ceritanya. Segini saja deh daripada spoiler haha^^.  Semoga suka bukunya bagi yang sudah membaca.